Pages

Selasa, 31 Mei 2011

DIRI KITA.

( Spiritual )

diri kita Ia yang menganggapNya sebagai pembunuh dan ia yang menganggapNya terbunuh – kedua-duanya dungu, karena dia tak pernah membunuh, juga tidak pernah terbunuh.

Yang menghuni badan ini kekal, abadi adaNya. Pada dasarnya, Kau – aku yang menghuni badan ini tak ternodakan.
Dosa adalah kekhilafan, disebabkan oleh kurangnya kesadaran.
Begitu kau sadar, kau dapat mengkoreksi dirimu.
Apabila kita dapat meningkatkan kesadaran kita, kita berada dalam kesadarnNya, dalam kesadaran Aku yang sejati, dalam kesadaran Ia.
Pada kesadaran Itu, seseorang tidak dapat menjadi khilaf lagi.
Ia tak membunuh, juga tak terbunuh.

Dia tidak pernah lahir, Dia tidak pernah mati pula. Penciptaan dan pemusnahan tidak terjadi dalam DiriNya. Tak terbataskan oleh kelahiran dan kematian, Kekal, Abadi, Langgeng dan Yang Selalu Ada – Dia tidak ikut musnah dengan raga.

Ibarat seseorang melepaskan pakaian lama dan memakai pakaian baru, begitu pula Dia meninggalkan badan yang lama dan memasuki badan yang baru.

Makhluk-makhluk yang kau lihat ini, pada awal-mulanya Tak-Nyata, pada masa pertengahan terasa Nyata, dan pada akhirnya menjadi Tak-Nyata lagi. Lantas, apa gunanya kau bersedih hati.

Bukan hanya makhluk-makhluk hidup. Tetapi setiap keadaan – segala sesuatu dalam dunia ini, bahkan alam semesta ini – hanya terlihat Nyata untuk sesaat, pada saat pertengahan. Pada saat anda tarik napas, sadrlah bahwa udara yang tak terlihat, tak nyata, memasuki badan menjadi nyata untuk sesaat: perut anda kembung. Dan begitu Anda melepaskan napas, kembali tak nyata lagi.

Dalam sandiwara kehidupan ini, kadang-kadang sang Sutradara menyiapkan pemeran cadangan. Apabila terjadi sesuatu pada seorang pemain utama, pemeran cadangan yang sudah stand by ini baru diangkat ke atas panggung.

0 komentar:

Posting Komentar